Cara Menulis Novel dan Contohnya

Novel merupakan kumpulan kertas berisi suatu cerita yang biasanya mengisahkan beberapa tokoh dengan satu tokoh utama yang dipaparkan secara rinci, karena jumlah halaman pada novel biasanya berjumlah lebih dari 50 halaman.

Komponen pada Novel

Jika membahas cara menulis novel, maka kamu harus mengetahui komponen-komponen yang wajib ada dalam sebuah novel. Berikut ini beberapa komponen yang wajib ada pada sebuah novel.

1. Penokohan

Penokohan adalah orang-orang yang mengisi cerita dalam novel kita dengan sebuah karakter yang melekat. Peran mereka bisa penting ataupun tidak, sesuai tuntutan kisah di dalamnya. Adapun klasifikasinya sebagai berikut :

a. Tokoh Protagonis

Tokoh protagonis adalah seorang yang menjadi tokoh sentral cerita di dalam novel. Jangan disalahartikan bahwa tokoh protagonis selalu mempunyai sifat yang baik. Dalam beberapa cerita, tokoh protagonis adalah penjahat atau trouble maker itu sendiri.

Protagonis adalah tokoh pada sebuah cerita. Jika cerita di dalam novel tersebut adalah sebuah kisah yang berujung karma buruk, tentunya akan aneh jika sang protagonis bersifat baik bak malaikat. Walau memang tokoh protagonis selalu identing dengan sifat baik.

b. Tokoh Antagonis

Tokoh antagonis adalah seorang yang selalu bertolakbelakang dengan tokoh protagonis. Tokoh ini adalah tokoh yang menentang konten cerita di dalamnya, sehingga tokoh ini pasti ditempatkan kepada pihak yang salah. Tokoh ini juga biasanya diwatakkan jahat, walau adapula yang diwatakkan baik. Hanya saja, meski baik sekalipun, tokoh antagonis pasti diposisikan untuk dibenci oleh audience ataupun yang disalahkan.

2. Karakterisasi

Karakter adalah sifat dari seorang tokoh, maka antara penokohan dan karakterisasi merupakan hal yang berbeda. Karakterisasi juga disebut dengan perwatakan. Dimana watak dan karakter dalam novel tersebut berperan besar dalam proses cerita.

Jika kamu ingin menulis novelpenuh dengan konflik agar ceritanya lebih menarik, ciptakan karakter tokoh yang kontras satu dengan yang lainnya. Jika kamu terlalu banyak menciptakan karakter yang secara umum terlihat sama, sebesar apapun konfliknya, cerita dalam novel yang dibuat pasti akan sangat membosankan.

3. Alur/Plot

Alur atau plot ini merupakan tubuh dari novel itu sendiri. Tentunya melihat plot yang indah ibarat melihat tubuh yang indah dalam sebuah cerita. Tubuh yang terlau rumit untuk dilihat terkadang membuat plot di dalamnya memusingkan. Apalagi jika plot tersebut bercerita tentang perpindahan waktu yang kompleks.

Ada 3 jenis alur/plot dalam sebuah novel, yakni:

a. Plot maju

Plot ini adalah plot paling mudah dan paling umum digunakan oleh penulis, karena plot ini pasti akan berjalan maju ke depan terus.  Penulis dapat memasukkan flashback dalam plot ini, asalkan tidak mendominasi cerita. Sebab, jika cerita didominasi oleh flashback, maka plot tersebut dapat berubah menjadi plot mundur ataupun maju.

b. Plot mundur

Ciri-ciri plot mundur biasanya diawali dengan hasil klimaks di depan. Pembaca dalam hal ini akan dibuat bingung dengan situasi yang tiba-tiba sudah terjadi. Seolah-olah ending cerita ada di halaman awal. Jika Anda pernah melihat film “21” maka Anda telah melihat satu contoh (diluar novel) yang ceritanya menggunakan plot mundur.

c. Plot maju-mundur

Plot maju-mundur biasanya digunakan di dalam novel-novel fiksi best seller. Hanya saja, Anda harus memiliki keahlian khusus dan ketelitian tinggi agar pembaca tidak dibuat pusing dengan cerita di dalamnya. Biasanya plot maju-mundur memiliki presentase plot maju dan mundur sekitar 50:50. Novel yang menggunakan plot ini biasanya adalah novel fiksi ilmiah yang bermain dengan dimensi waktu, ataupun novel fiksi yang menonjolkan sebab-akibat sebuah konflik.

4. Setting

Setting bak panggung yang kamu gunakan untuk sebuah pertunjukan dalam konteks ini adalah novel. Setting memiliki batasan dan aturan sendiri pada setiap jenis setting yang digunakan.

Misal, kita ingin membuat novel dengan setting abad pertengahan, maka kita tidak mungkin memasukkan settingan listrik, tank, dan smartphone sebagai atribut pendukung. Begitu pula dengan sebaliknya. Maka, biasanya penulis professional melakukan brainstorming setting agar tidak keluar kemana-mana.

Tips untuk membuat setting yang bebas sebebas-bebasnya, adalah dengan menciptakan dunia baru karya Anda sendiri. Hanya saja, Anda harus memiliki imajinasi tinggi dan memadukan realita dan fiksi. Imajinasi yang terlalu kompleks dapat menyebabkan pembaca susah menggambarkan imajinasi Anda, sedangkan imajinasi yang dangkal membuat cerita di dalamnya membosankan.

5. Sudut Pandang

Walau sebenarnya terdapat tiga jenis sudut pandang, namun hanya dua yang seringkali dipakai dalam sebuah novel. Berikut pemaparannya!

a. Sudut pandang orang pertama

Sudut pandang ini biasanya menempatkan pembaca sebagai tokoh utama dalam cerita, ataupun orang yang mendukung tokoh utama. Pembaca akan memiliki tempat dalam cerita tersebut, sehingga pembaca ikut terlibat sebagai “Aku” di dalam cerita.

b. Sudut pandang orang ketiga

Di dalam sudut pandang ini, pembaca hanyalah “penonton” pada sebuah pertunjukan. Mereka tidak akan dilibatkan dalam problematika yang ada di dalam novel, layaknya sebagai penonton biasa.

c. Sudut pandang orang kedua

Sudut pandang orang kedua ini merupakan sudut pandang lain yang sudah untuk dibuat. Maka tak heran sudut pandang ini menjadi sudut pandang yang jarang digunakan oleh para penulis.

6. Konflik dan Klimaks/Anti-Klimaks

Konflik yang ada dalam novel bermacam-macam bentuknya. Ada yang disuguhkan di awal dan akhir cerita, adapula yang disuguhkan ditengah-tengah saja. Konflik merupakan hal yang harus ada pada sebuah novel, karena apa jadinya sebuah novel tanpa adanya suatu konflik.

Jika disuguhkan di awal cerita, biasanya tokoh utama akan menghadapi suatu konflik dan dia gagal. Namun di konflik yang ke-2 (akhir) tokoh utama bisa jadi menang (karena ada juga yang tetap gagal).

Lalu, jika konflik di tengah-tengah novel, pasti di ending cerita nanti akan ada klimaks ataupun anti-klimaks. Klimaks berarti konflik di dalamnya mencapai puncaknya, tapi di akhir terselesaikan. Sedangkan anti-klimaks, akan membuat pembaca untuk menebak ending cerita tersebut, karena ending tidak dijelaskan secara terperinci.

Cara Menulis Novel

Cara Menulis Novel

Untuk kamu yang ingin menulis novel berikut merupakan cara menulis Novel dengan baik dan benar:

1. Menyuguhkan konflik pada paragraf pembuka

Gaet pembaca pada paragraf pembuka dengan menyuguhkan konflik.Ini adalah cara membuat pembukaan novel yang ampuh dan menarik. Orang sering bilang, bila tidak ada konflik maka tidak ada cerita. Dan bila Anda meletakkan konflik pada paragraf pembuka novel, maka kamu akan mampu menarik kuat perhatian pembaca.

2. Deskripsikan katakter tokoh yang ada pada novel

Kembangkan karakter tokoh pada novel yang kamu buat. Bantu pembaca untuk memvisualkan karakter dengan mendesripsikan penampilan, tingkah laku dan pemikiran tokoh-tokoh yang ada di dalam cerita. Ketika dia berbicara, ungkap karakternya.

3. Pilih sudut pandang penulisan cerita

Pilih sudut pandang penulisan cerita dalam novel. Kamu bisa berperan menjadi orang pertama (protagonis) dengan kata ganti aku, saya, kami, kita. Atau kamu dapat memakai sudut pandang orang ketiga. Dalam hal ini kamu menjadi pengamat seperti menonton film. Kata ganti yang digunakan adalah ia, dia, mereka, -nya.

4. Menulis dialog yang penuh arti

Buat dialog yang penuh arti. Tulis dialog yang penting-penting saja, yang ada tujuannya, yang langsung pada masalah, yang langsung menjelaskan, jangan berputar-putar, jangan bertele-tela, karena hal tersebut akan membuat cerita novel kamu menjadi hambar.

5. Menetapkan Setting Cerita

Tetapkan setting cerita dalam novelyang kamu buat. Ia mencakup waktu dan tempat. Setting waktu terdiri dari hari, tanggal, siang, malam, minggu, bulan, pagi, sore, tahun, dekade dan lain-lain.

Setting tempat dapat berupa lokasi seperti kota atau desa; keadaan lingkungan seperti bersih, kotor; suasana seperti ramai, lengang; cuaca seperti panas, dingin, dan lain-lain.

Deskripsikan setting yang penting saja yang mendukung pengembangan cerita novel Anda. Deskripsi harus menarik dua atau lebih indra sehingga pembaca dapat ikut mengalami apa yang tokoh cerita alami.

6. Mengatur Alur/Plot

Plot adalah peristiwa yang berurutan yang disertai sebab akibatnya. Plot merupakan tubuh dari sebuah novel.

Ya, plot adalah inti novel yang wajib diperhatikan. Plot adalah inti dari cara membuat novel yang baik dan benar. Bila plotnya tertata baik dan logis, maka pembaca akan suka pada novel Anda. Novel Anda akan menjadi novel yang menarik bagi pembaca.

7. Membuat Klimaks

Mengarahkan klimaks pada novel Anda. Klimaks adalah puncak atau titik balik cerita. Ia adalah bagian yang paling dramatis dari cerita. Klimaks, terjadi ketika protagonis memahami apa yang sebaiknya dilakukan atau menyadari tindakan terbaik apa yang seharusnya diambil. Ketegangan yang mengganggu protagonis mengharuskan protagonis mengambil tindakan terbaik yang berujung pada konflik akhir atau klimaks.

8. Menulis Ending Cerita

Ending adalah penyelesaian atas masalah. Kamu bisa menulis ending yang terbuka atau ending yang tertutup. Ending tertutup adalah akhir cerita yang menunjuk pada penyelesaian masalah yang sudah tuntas. Sedangkan ending terbuka adalah ending yang konfliknya belum sepenuhnya selesai dan membuka peluang untuk berbagai penafsiran dari pembaca. Pada contoh diatas yang digunakan adalah ending tertutup. Masalah yang dihadapi si aktor utama sudah tuntas.

9. Buat judul Novel

Fokuslah memikirkan bagaimana cara membuat sinopsis novel, membuat kerangka novel atau outline novel, membuat pembukaan novel, membuat plot novel, membuat konflik dan klimaks ketimbang memikirkan bagaimana cara membuat judul novel. Bukan berarti judul novel tidak penting, tapi karena membuat judul novel itu lebih mudah dari hal-hal di atas.

Oke bagaimana cara membuat judul novel yang menarik?

Sebenarnya tidak ada standar baku dalam membuat judul novel. Intinya adalah tidak panjang. Pendek dua atau tiga kata. Dan harus terlihat cantik, menarik, menyentuh atau menggugah.

Jangan lupa bekali dirimu dengan macam macam majas untuk disisipkan pada tulisan/cerita yang kamu buat.

Contoh Novel

Contoh Novel

Tidak cukup sampai di situ, kamu juga perlu membaca novel yang dapat kamu jadikan sebagai referensi tulisan novelmu. Nah ini dia beberapa novel terbaru yang seru dan menarik untuk kamu jadikan sebagai referensi kamu dalam menulis novel.

1. Dhirga

Dhirga adalah novel karya Natalia Tan yang bercerita tentang Dhirga, cowok blasteran Indonesia-Inggris yang selalu berekspresi datar dan bersikap dingin pada siapapun.

Dhirga saat ini menjabat sebagai ketua OSIS SMA Angkasa dan berusaha sebisa mungkin hidup dalam rencana yang ditentukannya. Namun, rencananya harus pupus karena kemunculan Alexa dalam hidupnya.

Cewek itu tahu sosok Dhirga di sekolah hanyalah pencintraan saja. Ia ingin Dhirga menjadi diri sendiri dan tidak terus hidup dalam kebohongan.

2. Black Leopard, Red Wolf

Buku menarik dari Marlon James yang satu ini membahas kisah dari James Dark Star trilogy. Kamu akan merasakan bagaimana sensasi mythology hingga fantasy membendung perasaan ketika membacanya. Cerita utama difokuskan pada Tentara bayaran yang disewa untuk menemukan anak yang hilang.

3. Me and My Broken Heart

Me and My Broken Heart adalah novel terbaru karya Wulanfadi yang sebelumnya sudah menerbitkan novel best seller, Matt & Mou.

Bercerita tentang Luna dan Mika, kedua remaja yang menimba ilmu di sekolah yang sama. Keduanya sama-sama pernah patah hati. Bahkan Luna sendiri masih setengah berharap untuk bisa balikan dengan mantannya. Namun, Luna dan Mika yang awalnya hanya menjadi teman berbagi cerita, tanpa disadari mulai saling memendam rasa di hati.

4. Hot Lecturer and Me

Bermula dari cerita yang ditulis Dekdi A di wattpad, Hot Lecturer and Me versi cetaknya pun akhirnya terbit juga. Bisa dibilang novel ini adalah fan fiction sang penulis terhadap salah satu anggota boyband EXO, Oh Se-hun, dengan nama yang agak dibedakan.

Hot Lecturer and Me menceritakan Yoo Jayline, seorang mahasiswi hukum yang sedang berjuang menyelesaikan kuliahnya. Namun, ia malah terlibat masalah dengan Yeon Sehun, dosen Hukum Pidana. Sehun tampak sangat membenci Jayline. Katanya sih dari benci bisa jadi cinta. Apakah hal itu juga dapat terjadi di antara Jayline dan Sehun?

5. The Wanker

Pindah ke apartemen baru malah membawa banyak malapetaka untuk Lu. Ia tidak bisa tinggal bersama Lola, anjing terrier-nya. Lu juga merasa apartemennya berhantu.

Kesialan bertambah saat ia harus bertetangga dengan seorang wanker alias bajingan kelas kakap bernama Nico. Namun, suatu insiden membuat Lu berpikir ulang tentang Nico yang ternyata tidak seburuk yang ia kira. Sampai suatu hari, terjadi kesalahpahaman sehingga Lu kembali ilfeel terhadap Nico.

6. WF: The Choices We Make

Bercerita tentang kisah persahabatan Kate dan Hannah dari kecil bahkan sampai menikah. Kate memiliki keluarga kecil dengan dua anak. Sedangkan, Hannah hampir putus harapan untuk memiliki anak.

Kate pun bersedia menjalani surogasi. Namun, suatu ketika Kate mengalami aneurisme yang bisa mengancam hidup Kate dan calon bayi Hannah.

7. Gagal Move On

Berawal dari tulisan di wattpad yang kemudian dilirik penerbit, Gagal Move On karya Eriska Helmi akhirnya terbit dalam versi cetak.

Dalam novel Gagal Move On, diceritakan tentang Kenanga yang malas berurusan lagi dengan percintaan setelah putus dengan mantannya. Sampai-sampai ia bersabda bahwa setiap pria yang mendekatinya harus menjalani tantangan makan cabe. Adalah Raihan, seorang dokter residen yang berhasil melewati tantangan makan 100 cabe.

8. Perempuan Bersampur Merah

Novel Perempuan Bersampur Merah karya Intan Andaru ini bercerita tentang kisah persahabatan antara Sari, Rama, dan Ahmad yang berujung pada kisah cinta yang rumit.

Semua bermula setelah peristiwa di mana ayah Sari dibantai sampai kehilangan nyawa. Untuk mencari jawaban atas kematian ayahnya, ia membuat daftar nama orang yang diduga terlibat.

Daftar itu pun Sari tunjukkan pada sahabatnya, Rama dan Ahmad dengan harapan memeroleh bantuan untuk mencapai titik terang. Dari sini, rasa cinta mulai muncul dan cinta itulah yang membawa ketiganya kembali pada tragedi kelam masa lalu.

9. Young Adult: Si Panda Amerika (Amerika Panda)

Mei baru berumur tujuh belas tahun saat dirinya menjadi mahasiswa baru kedokteran di MIT. Setelah berhasil menjadi dokter, ia akan membangun rumah tangga bersama Ivy Leaguer Taiwan.

Namun, itu semua adalah rencana orangtuanya. Mei sendiri sebenarnya membenci kuman dan beberapa kali tertidur dalam kuliah biologi. Bahkan ia malah suka dengan orang Jepang bernama Darren Takahashi.

Sampai ia bertemu dengan Xing, kakaknya yang diasingkan dari keluarga karena tidak patuh pada apa kata orangtuanya. Mei mulai memertimbangkan apakah ia harus terus hidup sesuai rencana orangtuanya.

10. Complicated

Novel karya Griertoast berjudul Complicated ini menceritakan kisah dua kakak-beradik. Nathanael Gabriel Alexander adalah pemuda bersikap dingin yang membenci adik kandungnya karena peristiwa kelam di masa lalu.

Clarensia Karenina Alexander hidupnya pun tak semulus itu. Ia harus melawan penyakit kronis sambil bertahan menghadapi kebencian kakak kandungnya sendiri. Sudah rumit seperti itu pun, Nathanael dan Clarensia masih harus berhadapan dengan berbagai persoalan hidup lainnya.

11. Metropop: Summer Sky

Setelah banyak karyanya sukses menjadi novel best seller, Stephanie Zen kembali meluncurkan novel baru berjudul Metropop: Summer Sky.

Bercerita tentang Summer Sky Azalea, wanita yang pergi berlibur untuk membuktikan kepada sang mantan, Alex Rahadian, kalau ia masih bisa bersenang-senang walaupun putus dari pria itu. Di tengah liburan itu, Sky justru malah bertemu dengan pria bernama Jordan Elwandi yang dicomblangkan ibunya.

Nah daftar novel tersebut dapat kamu jadikan contoh atau referensi dalam membuat novel, mengingat novel-novel tersebut masuk ke dalam novel best seller yang tentunya tidak diragukan lagi kualitasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *