Pengertian Tanah, Komponen Penyusun, Fungsi dan Proses Pembentukan Tanah

Secara umum, tanah adalah bahan padat dari hasil interaksi pelapukan dan aktivitas biologis oleh suatu bahan induk atau batuan keras yang mendasarinya. Tanah ini merupakan produk tranformasi mineral dan bahan organik yang terletak di permukaan sampai ke dalam tertentu yang dipengaruhi oleh faktor-faktor genetis dan lingkungan. Adapun ilmu yang mempelajari tentang tanah dinamakan dengan pedologi. Pedologi merupakan ilmu yang membahas mengenai faktor dan proses terbentuknya tanah, karakteristik tanah, serta distribusi jenis-jenis tanah.

Pengertian Tanah Menurut Para Ahli

Berikut beberapa pengertian tanah menurut para ahli:

1. Alfred Mistscherlich

Pengertian Tanah menurut Alfred Mistscherlich adalah campuran bahan padat yagn berupa partikel – partikel kecil air dan udara yang mengandung hara dan dapat menumbuhkan tumbuh-tumbuhan.

2. A.S. Thaer

Pengertian Tanah menurut A.S. Thaer adalah permukaan planet terdiri atas bahan remah dan lepas yang disebut tanah, yang merupakan akumulasi dan campuran berbagai bahan, seperti unsur-unsur; Si, Al, Ca, Mg, Fe dan lain-lain.

3. C.F. Marbut

Pengertian Tanah menurut C.F.Marbut adalah lapisan paling luar kulit bumi yang biasanya bersifat tak padu dan mempunyai sifat tebal mulai dari selaput tipis sampai lebih dari 3 meter yang berbeda dari bahan dibawahnya dalam hal; warna, sifat fisik, sifat kimia dan sifat biologinya.

4. E. Saifudin Sarief

Pengertian Tanah menurut E. Saifudin Sarief adalah benda alami yang terdapat di permukaan bumi yang tersusun dari bahan-bahan mineral sebagai hasil pelapukan batuan dan bahan organik “pelapukan sisa tumbuhan dan hewan” yang merupakan medium pertumbuhan tanaan dengan sifat-sifat tertentu yang terjadi akibat gabungan dari faktor-faktor alami, iklim, bahan induk, jasad hidup, bentuk wilayah dan lamanya waktu pembentukan.

5. Jacob S. Joffe

Pengertian Tanah menurut Jacob S. Joffe adalah benda alam yang tersusun atas horison-horison yang terdiri dari bahan-bahan kimia mineral dan bahan organisk biasayanya tidak padu dan mempunyai tebal yang dapat dibedakan dalam hal morfologi fisik, kimia dan biologinya.

6. M. Isa Darmawijaya

Tanah adalah akumulasi alam bebas yang menduduki sebagian planet bumi yang mampu menumbuhkan tumbuhan dan memiliki sifat sebagai akibat pengaruh iklim dan jasad yang hidrup yang bertindak terhadap bahan induknya dalam keadaan reliet tertentu selama jangka waktu tertentu.

7. Thornbury

Pengertian Tanah menurut Thornbury adalah bagian dari permukaan bumi yang ditandai oleh lapisan yang sejajar dengan permukaan sebagai hasil modifikasi oleh proses-proses fisik, khemis maupun biologis yang bekerja dibawah kondisi yang bermacam-macam dan bekerja selama periode tertentu.

8. Werner

Pengertian Tanah menurut Werner adalah hitam tipis yang menutupi bahan padat kering, terdiri atas partikel-partikel kecil yang remah dan sisa-sisa vegetasi dan hewan. Tanah adalah medium bagi tanaman.

9. Ramman

Tanah adalah bahan batuan yang sudah dirombak menjadi partikel-partikel kecil yang telah berubah secara kimiawi bersama-sama dengan sisa-sisa tumbuhan dan hewan yang hidup di dalam dan diatasnya.

10. Humphry Davy

Pengertian Tanah menurut Humphry Davy adalah sebagai laboratorium alam yang menyediakan unsur hara bagi tanaman.

Dari pengertian di atas, dapat disimpulkan bahwa Pengertian Tanah adalah bagian kerak bumi yang memiliki tersusun dari mineral serta bahan organik, dimana memiliki peranna yang penting untuk kelangsungan hidup semua makhluk hidup yang ada di bumi. Misalnya, adanya hara dan air dan sebagai penopang akar bagi kehidupan tumbuhan. Bentuk tanah yang memiliki rongga-rongga juga menjadi lokasi yang baik untuk akar untuk bernafas serta tumbuhan. Tanah juga menjadi tempat hidup berbagai mikroorganisme. Untuk sebagian besar hewan darat, tanah menjadi lahan sebagai tempat bergerak dan hidup.

Komponen Penyusun Tanah

Berikut merupakan komponen-komponen penyusun tanah, antara lain:

1. Bahan Mineral

Bahan mineral berasal dari pelapukan batu-batuan susunan di dalam tanah berbeda-beda sesuai dengan susunan mineral batuan yang di lapuk batuan : batuan beku/vulkanik (dari gunung berapi), batuan endapan (sedimen) dan batuan metamorfosa bahan mineral dapat dibedakan menjadi : – fraksi tanah halus (fine earth fraction) berukuran <2 mm (pasir, debu dan liat) – fragmen batuan (rock fragment) berukuran >2 mm (kerikil, kerakal dan batu). Pelapukan adalah proses alamiah akibat bekerjanya gaya-gaya alam, baik secara fisik maupun kimiawi yang menyebabkan terjadinya pemecahan-pemecahan, penghancur luluh lantakan, tranformasi bebatuan dan mineral-mineral penyusunnya menjadi material lepas (regolit) di permukaan bumi.

2. Bahan Organik

Bahan organik adalah kumpulan beragam senyawa-senyawa organik kompleks yang sedang atau telah mengalami proses dekomposisi, baik berupa humus hasil humifikasi maupun senyawa-senyawa anorganik hasil mineralisasi dan termasuk juga mikrobia heterotrofik dan ototrofik yang terlibat dan berada di dalamnya Sumber bahan organik tanah : Sumber primer, yaitu jaringan organik tanaman (flora) yang dapat berupa daun, ranting, cabang, batang, buah dan akar. Sumber sekunder, yaitu jaringan organik fauna yang dapat berupa kotorannya dan mikrofauna. Sumber lain dari luar, yaitu pemberian pupuk organik berupa pupuk kandang, pupuk hijau, pupuk bokasi (kompos) dan pupuk hayati.

3. Air

Air terdapat di dalam tanah karena ditahan/diserap oleh masa tanah, tertahan oleh lapisan kedap air, atau karena keadaan drainase yang kurang baik. Air dapat menyerap atau di tahan oleh tanah karena adanya gaya-gaya adhesi, kohesi dan grafitasi.

4. Udara

Udara dan air mengisi pori-pori tanah, banyaknya pori-pori didalam tanah kurang lebih 50% dari volume tanah, jumlah air dan udara berubah-ubah tergantung kondisi iklim.

Fungsi Tanah

Berikut merupakan fungsi tanah secara umum, diantaranya:

  1. Tempat tumbuh dan berkembangnya perakaran tanaman
  2. Penyedia kebutuhan primer tanaman (air, udara, dan unsur-unsur hara)
  3. Penyedia kebutuhan sekunder tanaman (zat-zat pemacu tumbuh: hormon, vitamin, dan asam-asam organik; antibiotik dan toksin anti hama; enzim yang dapat meningkatkan kesediaan hara)
  4. Sebagai habitat biota tanah, baik yang berdampak positif karena terlibat langsung atau tak langsung dalam penyediaan kebutuhan primer dan sekunder tanaman tersebut, maupun yang berdampak negatif karena merupakan hama &amp; penyakit tanaman.
  5. Lokasi pembangunan berbagai infrastruktur, seperti bangunan rumah, kantor, supermarket, jalan, terminal, stasiun dan bandara.
  6. Sebagai tempat berdiri tegak nya dan bertumpunya sebuah tanaman.
  7. Fungsi yang selanjutnya yaitu untuk penyediaan dan gudangnya air bagi suatu tanaman.

Proses Pembentukan Tanah

Tanah terbuat dari pelapukan batuan dengan bantuan organisme, membentuk tubuh unik yang menutupi batuan. Proses pembentukan tanah dikenal juga sebagai “pedogenesis”. Proses yang unik ini membentuk tanah sebagai tubuh alam yang terdiri atas beberapa lapisan atau sebagai horizon tanah. Setiap horizon menceritakan tentang asal serta proses-proses kimia, fisika, serta biologi yang sudah dilalui tubuh tanah tersebut.

Seorang pakar dari Swiss yang bekerja di Amerika Serikat (Hans Jenny), menyebutkan bahwa tanah terbentuk dari bahan utama yang telah mengalami modifikasi akibat dinamika faktor iklim, organisme (termasuk manusia), serta relief permukaan bumi (topografi) seiring dengan berjalanya waktu. Berdasarkan dinamika kelima faktor itu terbentuklah bermacam jenis tanah serta bisa dilakukan klasifikasi tanah.

Tanah terbentuk melalui proses pelapukan baik terhadap batuan organik maupun batuan anorganik. Ada beberapa jenis pelapukan, diantaranya adalah pelapukan fisik ( mekanis) pelapukan kimia dan pelapukan biologis.

  • Pelapukan Fisik (Mekanis)
    Pelapukan fisik meliputi fragmentasi batuan (bedrock) menjadi butiran-butiran dan akhirnya menjadi tanah. Contoh proses ini adalah disebabkan oleh pembekuan air diwaktu dini (malam hari atau saat hujan) dan mencair nya air saat panas siang hari. Pertumbuhan alar tanaman juga menyebabkan terjadinya fragmentasi batuan di bawah tanah.
  • Pelapuan Kimia
    Pelapukan kimia meliputi penghancuran secara kimiawi bahan-bahan mineral dari batuan akibat fragmentasi batuan akibat reaksi air dan udara pada batuan. Larutnya batu kapau oleh air merupakan salah satu contoh pelapukan ini. Yang ,membentuk sebuah stalaktit yang menggantung pada lubang gua, atau terbentuknya dolina ( cekungan ) dan sungai dabawah tanah.
  • Pelapukan Biologis
    Pelapukan ini berupa penghancuran yang dilakukan binatang, seperti rayap, cacing dan tikus.

Demikian pembahasan mengenai pengertian tanah, komponen penyusun, fungsi dan proses pembentukan tanah. Semoga informasi yang dimuat dalam artikel ini dapat bermanfaat. Terima kasih.