Laba Meningkat, Bank Sumut Yakin IPO Tercapai di Juni 2022

Laba Bank Sumut tercatat meningkat 12,65 % YoY atau Rp456 Miliar dibandingkan posisi September 2020 sebesar Rp405 Miliar. Selain itu peningkatan juga terjadi di posisi asset yang telah mencapai Rp39,5 Triliun, Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar Rp.33,01 Triliun dan penyaluran kredit sebesar Rp.24,6 Triliun.

Demikian disampaikan Direktur Utama Bank Sumut Rahmat Fadillah Pohan pada pemaparan kinerja (public expose) Triwulan III Bank Sumut yang digelar Rabu (27/7) di Kantor Pusat Bank Sumut Jl. Imam Bonjol Medan. Hadir juga pada pemaparan tersebut Direktur Bisnis dan Syariah Irwan dan Direktur Kepatuhan Eksir.

Dirut Bank Sumut Rahmat Fadillah Pohan menyampaikan, digitalisasi menjadi kunci peningkatan kinerja keuangan Bank Sumut, tercatat melalui digitalisasi terutama pengembangan e channel Bank Sumut juga mampu meningkatkan pendapatan fee based income menjadi Rp.19,4 Miliar Per September 2021 dari sebelumnya Rp.10,4 Miliar per September 2020.

Dengan pencapaian kinerja tersebut, Rahmat juga menyampaikan Bank Sumut beberapa waktu yang lalu baru saja dianugerahi penghargaan The Best Financial performance dan The Best Resilence Bank dari Majalah Tempo, penghargaan tersebut kata Rahmat merupakan wujud apresiasi atas kinerja keuangan Bank Sumut serta penghargaan sebagai perbankan yang mampu survive dan mencatat kinerja di tengah pandemi.

Peningkatan digitalisasi produk produk Bank Sumut, jelas Rahmat diantaranya dengan peningkatan e channel maupun layanan digital lainnya seperti mobile banking, maupun layanan laku pandai Sumut Link. Bank Sumut juga telah memiliki layanan kartu debit untuk mendukung gerakan transaksi non tunai.

Terkait penyaluran kredit, Rahmat menjelaskan saat ini Bank Sumut juga ikut serta untuk menyalurkan kredit kepada sektor prioritas yaitu pertanian. Bank Sumut telah menyalurkan kredit KUR dan Kredit Sumut Bermartabat untuk petani cluster Kopi, Jagung dan Padi di beberapa kabupaten di propinsi Sumatera Utara. “Melalui penyaluran kredit kepada sektor pertanian dan perkebunan tentu akan meningkatkan juga sektor sektor UMKM disekitarnya sehingga akan menggerakkan perekonomian”ujar Rahmat.

Bank Sumut semakin optimis menuju IPO

Bank Sumut menurut Rahmat juga tetap optimis menuju penawaran saham perdana ( Initial Public Offering/IPO) yang direncanakan Juni 2022 mendatang. Kinerja keuangan serta penerapan tata kelola dan tingkat kesehatan bank yang semakin baik menjadi kunci untuk menuju IPO. Selain itu Bank Sumut juga terus meningkatkan layanan syariahnya melalui layanan Dual Banking Leverage Model (DBLM) Dimana layanan syariah kini diperluas tidak hanya di kantor Cabang Syariah tapi juga dapat dilayani di seluruh unit konvensional. (*)