Cara Menghapus Siswa di Feeder Emis dan Monitor

Kesalahan merupakan bagian yang tidak dapat terpisahkan dari manusia, terlebih dalam melakukan input data secara masal yang akan sangat memungkinkan terjadinya kesalahan dalam memasukkan data. Aplikasi Feeder Emis merupakan aplikasi yang bisasa digunakan untuk pendataan ini masih membuat para operator kebingungan dalam hal menghapus data siswa. Aplikasi Feeder Emis ini memang terbilang aplikasi yang baru, jadi wajar jika beberapa fitur yang ada masih menjadi hal yang kurang familiar bagi para operator, mengingat aplikasi ini sendiri baru saja dirilis pada Februari 2020.

Selain aplikasi yang terbilang baru, ditambah tidak adanya panduan resmi mengenai penggunaan aplikasi secara detail, langkah perlangkah. Termasuk mengenai prosedur dan tata cara menghapus siswa yang sudah tidak aktif lagi. Sehingga akhirnya para operator harus mengulik sendiri dan berimprovisasi sendiri berdasarkan pengalaman dan keahlian masing-masing, hal tersebut membuat keahlian atau pengetahuan setiap operator berbeda-beda dalam mengoperasika aplikasi ini.

Dalam beberapa kasus, saat operator madrasah melakukan pengunduhan data lampau dari server emis pusat ke Aplikasi Feeder Emis (Offline) madrasah masih-masing terdapat penambahan jumlah siswa. Beberapa operator juga mengeluhkan tentang adanya penambahan siswa pada hasil download data lampau. Hal teresebut disebabkan karena siswa yang pada semester sebelumnya sudah dilaporkan putus sekolah, ternyata masih tetap masuk kembali pada data Aplikasi Feeder Emis ini. Bahkan yang lebih mengherankan lagi, beberapa nama siswa yang tidak dikenal pun ikut masuk ke Aplikasi Feeder Emis. Mau tidak mau, operator harus menghapus siswa-siswa “siluman” tersebut.

Lantas, Bagaimana cara dan prosedur dalam menghapus siswa dari Aplikasi Feeder Emis tersebut?

Beberapa pihak menyarankan untuk menggunakan Aplikasi Feeder Emis edisi Desember 2019, dimana pada aplikasi tersebut masih terdapat tombol hapus. Namun hal tersebut tentu tidak sesuai dengan anjuran Tim Emis Pusat yang menyarankan menggunakan aplikasi versi terbaru dimana, menu hapus siswa ditiadakan. Dengan alasan guna menjaga kevalidan database di server Emis, maka mutasi, tambah, dan hapus siswa dan PTK harus dilaksanakan secara online dengan persetujuan jenjang lebih atas (Admin Kab/Kota).

Prosedur dan Cara Menghapus Siswa di Emis

Untuk menghapus siswa-siswa yang tidak aktif, cara dan prosedur yang harus dilakukan oleh operator emis madrasah adalah sebagai berikut:

  1. Mengerjakan pengolahan data melalui Aplikasi Feeder Emis, mulai tahapan dari pemasangan aplikasi, login awal, import data awal, hingga pemutakhiran data.
  2. Setelah semua data lengkap, lakukan sinkronisasi data akhir melalui Aplikasi Feeder Emis.
  3. Buka laman Feeder Monitor di alamat http://emisdep.kemenag.go.id/madrasah_emis/monitor
  4. Pastikan indikator Progres Sinkron Feeder, di halaman Depan Feeder Monitor, sudah berwarna hijau (menandakan sinkron sudah berhasil).
  5. Klik tab “Siswa” di bagian bawah indikator Progres Sinkron Feeder. Akan muncul daftar dan data siswa yang berhasil disinkronkan.
  6. Cari nama siswa yang akan dihapus dengan cara mengetikkan nama di kolom pencarian (di sebelah kanan tengah).
  7. Jika sudah ketemu, klik tulisan “Aktif” di ujung kanan nama siswa tersebut.
  8. Muncul jendela “Non Aktif Data”.
  9. Klik tombol “Non Aktif”.
  10. Data akan terkirim ke Feeder Emis Monitor tingkat kabupaten/Kota untuk mendapa persetujuan. Pada Feeder Emis Monitor Madrasah, tulisan Aktif akan berubah menjadi “[Non Aktif] Menunggu Persetujuan”.
  11. Hubungi admin emis tingkat Kab/Kota, lengkapi persyaratan yang ditentukan jika dibutuhkan.
  12. Setelah disetujui Admin Kab/Kota, maka data siswa yang bersangkutan akan hilang dari Feeder Emis Monitor
Dengan mengikuti langkah-langkah tersebut di atas, siswa yang nonaktif akan dapat dihapus dari data Emis. Namun, ketika melakukan nonaktif siswa, pastikan data dalam Aplikasi Feeder Emis (Offline) sudah benar semua. Karena jika masih terdapat data yang salah dan Anda harus melakukan sinkronisasi kembali, maka data siswa yang telah dinonaktifkan tersebut akan muncul kembali dalam Feeder Emis Monitor (Online). Karena tampaknya menu sinkronisasi hanya melakukan sinkronisasi searah, yakni dari Aplikasi Offline ke Apliaksi Online. Pun ketika Aplikasi Feeder Emis (Offline) melakukan import data lampau kembali, maka data yang terunduh akan kembali lagi seperti data awal, sebelum dilakukan sinkronisasi.

Beberapa fitur yang ada di Aplikasi Feeder Emis sendiri memang masih perlu dilakukan pembenahan terkait dengan sinkronisasi dan import data, agar saat terjadi transaksi mutasi, hapus, dan tambah siswa, antara aplikasi offline dan online dapat tersinkronkan dengan baik.

Demikian artikel mengenai Cara Menghapus Siswa di Aplikasi Feeder Emis dan Monitor. Semoga informasi yang dimuat dalam artikel ini bermanfaat. Terima kasih.