Pengertian Saham, Jenis – Jenis, Keuntungan dan Risiko Investasi Saham

Dalam ilmu ekonomi, saham adalah salah satu instrument menarik untuk dipelajari. Pengertian saham banyak dipelajari untuk memahami bagaimana cara kerja saham serta apa saja jenis jenis saham yang bisa dimanfaatkan untuk memperoleh capital gain. Saham dianggap sebagai salah satu instrumen pasar modal yang menjanjikan tingkat keuntungan tinggi sehingga banyak dilirik para investor.

Secara umum, pengertian saham adalah satuan nilai atau pembukuan dalam berbagai instrumen finansial yang mengacu pada bagian kepemilikan sebuah perusahaan. Ketika seseorang membeli saham suatu perusahaan maka orang tersebut telah memiliki hak atas ASET dan pendapatan perusahaan tersebut dengan porsi sebesar saham yang dibeli.

Pengertian Saham Menurut Para Ahli

Berikut beberapa pengertian saham menurut para ahli:

1. Darmadji dan Fakhruddin (2012:5)

Saham adalah merupakan tanda penyertaan atau pemilikan seseorang atau badan dalam suatu perusahaan atau perseroan terbatas. Saham berwujud selembar kertas yang menerangkan bahwa pemilik kertas tersebut adalah pemilik perusahaan yang menerbitkan surat berharga tersebut.

2. Fahmi (2012:81)

Saham adalah salah satu instrument pasar modal yang paling banyak diminati oleh investor, karena mampu memberikan tingkat pengembalian yang menarik. Saham adalah kertas yang tercantum dengan jelas nilai nominal, nama perusahaan, dan diikuti dengan hak dan kewajiban yang telah dijelaskan kepada setiap pemegangnya.

3. Gitman (2005)

Saham adalah “bentuk paling murni dan sederhana dari kepemilikan perusahaan.”

4. Mishkin (2001)

Saham adalah “suatu sekuritas yang memiliki klaim terhadap pendapatan dan aset sebuah perusahaan”.

5. Nofie Iman

Saham vadalah surat berharga yang memberikan peluang keuntungan yang tinggi namun juga berpotensi resiko tinggi.

6. Samsul (2006:45)

Saham adalah tanda bukti memiliki perusahaan dimana pemiliknya disebut juga sebagai pemegang saham (shareholder atau stockholder).

7. Sapto Raharjo

Menurut Sapto Raharjo, pengertian saham adalah suatu surat berharga yang merupakan instrumen bukti kepemilikan atau penyertaan dari individu atau instansi dalam suatu perusahaan.

8. Swadidji Widoatmodjo

Saham adalah surat berharga yang dikeluarkan oleh sebuah perusahaan yang berbentuk Perseroan terbatas atau yang disebut emiten.

9. Tjiptono Darmaji dan Hendy M. Fakhrudin

Saham adalah bukti kepemilikan seseorang/ instansi terhadap suatu perusahaan atau perseroan terbatas. Saham berwujud selembar surat berharga yang menerangkan bahwa pemilik surat tersebut adalah pemilik perusahaan yang menerbitkan surat berharga tersebut.

Dari pengertian di atas, dapat disimpulkan bahwa Pengertian Saham adalah adalah dokumen berharga yang menunjukkan bagian kepemilikan atas suatu perusahaan. Dengan kata lain, ketika seseorang membeli saham maka orang tersebut telah membeli sebagian kepemilikan atas perusahaan tersebut.

Jenis – Jenis Saham

Jenis – Jenis Saham

1. Jenis Saham berdasarkan Hak Tagih dan Klaim

Berdasarkan kemampuan dalam hak tagih dan klaim, jenis saham dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu Saham Biasa (Common Stock) dan Saham Preferen (Preferred Stock), berikut penjelasannya:

a. Saham Biasa (Common Stock)

Saham biasa adalah saham yang dapat diklaim berdasarkan profit dan loss yang terjadi pada suatu perusahaan. Jika dilakukan likuidasi, maka pemegang saham biasa akan menjadi prioritas terakhir dalam pembagian dividen dari penjualan aset perusahaan. Pada saham biasa ini, para pemegang saham memiliki kewajiban yang terbatas. Dimana ketika perusahaan dinyatakan bangkrut maka kerugian maksimum yang ditanggung oleh pemegam saham adalah sebesar investasi pada saham yang dibeli. Ciri-ciri saham biasa adalah sebagai berikut:

  • Pemegang saham memiliki hak suara dalam memilih dewan komisaris.
  • Hak pemegang saham didahulukan ketika perusahaan menerbitkan saham baru.
  • Pemegang saham memiliki tanggungjawab terbatas, yaitu sebesar saham yang dimiliki.

b. Saham Preferen (Preferred Stock)

Saham preferan adalah saham dimana pembagian labanya bersifat tetap, dan saat perusahaan mengalami kerugian maka pemegang saham preferen akan diberikan prioritas utama dalam bagi hasil penjualan aset. Saham preferen memiliki kesamaan dengan obligasi, yaitu adanya klaim atas laba dan aktiva sebelumnya, dividen tetap selama masa berlaku dari saham, dan memiliki hak tebus, serta dapat ditukar (convertibel) dengan saham biasa. Ciri-ciri saham preferen adalah sebagai berikut:

  • Terdapat beberapa tingkatan yang dapat diterbitkan dengan karakteristik yang berbeda.
  • Terdapat tagihan terhadap pendapatan dan aktiva, serta mendapat prioritas tinggi dalam pembagian dividen.
  • Saham preferen dapat ditukar menjadi saham biasa melalui kesepakatan antara perusahaan dengan pemegang saham.

2. Jenis Saham berdasarkan Kinerja Perdagangannya

Adapun jenis saham bila ditinjau dari segi kinerja perdagangan, yaitu sebagai berikut:

  • BlueChip Stocks
    BlueChip Stocks yaitu saham biasa dari perusahaan dengan reputasi tinggi, menjadi market leader di industri sejenis, memiliki penghasilan stabil, dan konsisten membayar dividen,
  • Income Stocks
    Income Stocks yaitu saham dari suatu emiten dengan kemampuan membayar dividen di atas rata-rata pembeyaran dividen tahun sebelumnya. Saham jenis ini umumnya dapat memberikan pendapatan yang lebih besar dan rutin membayarkan dividen tunai.
  • Growth Stocks
    Growth Stocks yaitu saham yang terdiri dari well-known dan lesser-known. Well – Known adalah saham dari emiten yang pertumbuhan pendapatannya tinggi, market leader di industri sejenis dan memiliki reputasi tinggi. Sedangkan, Lesser – Known adalah saham dari emiten yang bukan market leader dalam industrinya, namun mempunyai ciri growth stock.
  • Speculative Stock
    Speculative Stock yaitu saham dari perusahaan yang belum dapat memiliki pendapatan rutin setiap tahunnya, namun berpotensi akan memiliki pendapatan tinggi di masa depan, walaupun belum pasti.
  • Counter Cyclical Stocks
    Counter Cyclical Stocks yaitu saham yang tidak terlalu terpengaruh oleh kondisi ekonomi makro maupun situasi bisnis secara umum. Nilai saham ini bisa tetap tinggi pada saat resesi ekonomi karena emitennya mampu mendapatkan penghasilan tinggi sehingga mampu memberikan dividen yang tinggi.

Keuntungan Saham

Keuntungan Saham

Salah satu manfaat utama dari saham adalah dapat digunakan sebagai instrumen investasi jangka pendek maupun jangka panjang. Orang-orang yang memanfaatkan saham sebagai investasi jangka pendek biasanya hanya menginginkan capital gain dari selisih harga beli dan harga jual. Berbeda dengan orang-orang yang memanfaatkan saham sebagai investasi jangka panjang, dimana biasnya rutin membeli saham atau menabung saham. Keuntungan yang bisa diperolah investor melalui saham ini meliputi dua hal, yakni capital gain dan dividen. Berikut penjelasannya:

1. Capital Gain

Capital Gain yaitu keuntungan yang diperoleh dari selisih harga jual saham yang lebih tinggi dari harga belinya. Setiap investor saham mendapatkan keuntungan sesuai dengan besarnya saham yang dimiliki.

2. Dividen

Dividen yaitu keuntungan yang diperoleh dari pembagian dividen tunai suatu emiten. Ini merupakan pendapatan tambahan yang diperoleh oleh investor bila membeli saham dari emiten yang memiliki kinerja pendapatan yang bagus.

Risiko Investasi Saham

Dibalik segala keuntungannya, saham juga memiliki beberapa risiko diantaranya sebagai berikut:

1. Risiko Likuidasi

Risiko likuidasi ini terjadi apabila emiten bangkrut atau likuidasi dimana para pemegang saham memiliki hak klaim terakhir terhadap aktiva perusahaan setelah kewajiban emiten tersebut dibayar. Bahkan para pemegang saham bisa saja tidak mendapatkan apapun ketika aktiva tidak tersisa setelah emiten membayar kewajibannya.

2. Tidak Ada Pembagian Dividen

Risiko tidak ada pembagian dividen ini terjadi ketika emiten menggunakan keuntungan perusahaan untuk melakukan ekspansi usahanya sehingga memutuskan tidak membagikan dividen kepada pemegang saham.

3. Investor Kehilangan Modal

Risiko investor kehilangan modal terjadi apabila harga beli saham ternyata lebih besar ketimbang harga jualnya sehingga pemegang saham kehilangan modalnya (capital loss).

4. Saham Delisting dari Bursa

Terdapat beberapa alasan yang menyebabkan saham dihapus dari pencatatan bursa sehingga saham tersebut tidak bisa diperdagangkan. Tentu saja hal ini akan membuat emiten dan para pemegang saham merugi.

Demikian pembahasan mengenai pengertian saham, jenis – jenis, keuntungan dan risiko investasi saham. Semoga informasi yang dimuat dalam artikel ini dapat bermanfaat. Terima kasih.