Pengertian Pertumbuhan Ekonomi, Teori, Pengukuran dan Faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan Ekonomi

Pertumbuhan ekonomi adalah keadaan dimana ekonomi suatu negara selama periode tertentu menjadi lebih baik atau meningkat dari periode sebelumnya berdasarkan beberapa indikator, meliputi kenaikan pendapatan nasional dan pendapatan per-kapita, jumlah tenaga kerja yang lebih banyak dibandingkan pengangguran, dan juga berkurangnya tingkat kemiskinan.

Pertumbuhan ekonomi dapat dijadikan sebagai patokan untuk melihat kemajuan dari suatu negara dan bagaimana hasil dari pembangunan yang dilakukan selama periode tersebut. Pertumbuhan ekonomi juga menggambarkan kemakmuran rakyat dimana hal ini dapat dilihat dari pendapatan per-kapita atau pendapatan rata-rata dari penduduk sebuah negara.

Pengertian Pertumbuhan Ekonomi Menurut Para Ahli

Berikut ini pengertian pertumbuhan ekonomi menurut beberapa ahli:

1. Menurut Adam Smith

Pertumbuhan ekonomi adalah perubahan tingkat ekonomi pada suatu negara yang bertumpu pada adanya pertambahan penduduk. Dengan adanya pertambahan penduduk maka output atau hasil dari suatu negara akan ikut bertambah.

2. Menurut Sadono Sukimo

Pertumbuhan ekonomi adalah perubahan tingkat kegiatan ekonomi yang berlaku dari tahun ke tahun. Untuk mengetahui pertumbuhannya, maka harus dilakukan perbandingan pendapatan nasional negara dari tahun ke tahun, yang kita kenal dengan laju pertumbuhan ekonomi.

3. Menurut Budiono

Pertumbuhan ekonomi adalah sebuah proses pertumbuhan output perkapita jangka panjang yang terjadi apabila ada peningkatan output yang bersumber dari proses intern perekonomian itu sendiri dan sifatnya sementara. Dengan kata lain, pertumbuhan tersebut sifatnya self generating yang menghasilkan suatu kekuatan atau momentum untuk kelangsungan pertumbuhan ekonomi di periode berikutnya.

4. Menurut P. Todaro

Pertumbuhan ekonomi adalah sebuah proses yang mantap dimana kapasitas produksi suatu perekonomian mengalami peningkatan sepanjang waktu dan menghasilkan peningkatan pendapatan nasional.

5. Menurut Prof. Simon Kuznets

Pertumbuhan ekonomi adalah kenaikan jangka panjang dalam kemampuan sebuah negara untuk menyediakan berbagai jenis barang ekonomi kepada masyarakatnya. Kemampuan tersebut tumbuh seturut dengan perkembangan teknologi, ideologi, dan penyesuaian kelembagaan negara tersebut.

6. Menurut Patta Rapanna

Pertumbuhan ekonomi merupakan suatu proses di mana meningkatnya pendapatan tanpa mengaitkannya dengan tingkat pertumbuhan penduduk.

Teori Pertumbuhan Ekonomi

Dalam buku Ekonomi karya Dewi Kusumawardani, ada beberapa teori pertumbuhan ekonomi sebagai berikut:

1. Teori Klasik

Teori klasik menekankan mengenai pentingnya faktor-faktor produksi dalam menaikan pendapatan nasional dan mewujudkan pertumbuhan. Namun yang perlu diperhatikan oleh ahli ekonomi adalah peran tenaga kerja. Menurutnya tenaga kerja yang berlebihan akan mempengaruhi pertumbuhan penduduk.

2. Teori Schumpeter

Teori Schumpeter menekankan mengenai peran usahawan yang akan melakukan inovasi dan investasi untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi.

3. Teori Harrod-Domar

Teori Harrod-Domar menunjukkan peranan investasi sebagai faktor yang menimbulkan pertambahan pengeluaran agregat

4. Teori Neoklasik

Teori neoklasik menunjukkan bahwa perkembangan teknologi dan peningkatan kemahiran masyarakat merupakan faktor yang terpenting untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi.

Pengukuran Pertumbuhan Ekonomi

Berikut ini 2 (dua) komponen yang bisa digunakan dalam mengukur pertumbuhan ekonomi:

1. Produk Nasional Bruto

Produk Nasional Bruto (PNB) atau Gross National Product (GNP) adalah pendapatan yang diterima negara dalam kurun waktu tertentu, berdasarkan pendapatan yang diterima warga negaranya. Hal ini berarti pendapatan warga negara Indonesia yang berada di luar negeri juga dihitung ke dalam GNP, sedangkan pendapatan warga negara asing yang berada di Indonesia tidak termasuk dalam GNP. Pendapatan yang termasuk ke dalam GNP juga harus merupakan produk barang jadi yang dilihat dari harga pasar yang berlaku pada periode yang akan dihitung. Berikut adalah visualisasi perhitungan pertumbuhan ekonomi berdasarkan GNP atau PDB suatu negara:

R : Persentase pertumbuhan ekonomi suatu negara
GNP : GNP/PNB suatu negara dalam tahun tersebut (yang akan dihitung)
GNPy-1 : GNP/PNB suatu negara pada tahun sebelumnya

2. Produk Domestik Bruto

Jika PNB atau GNP dihitung berdasarkan pendapatan suatu negara dari penghasilan yang didapat oleh warga negaranya dimanapun berada, Produk Domestik Bruto (PDB) atau Gross Domestic Product (GDP) dilihat dari pendapatan negara berdasarkan batas wilayah atau teritorialnya. Jadi semua produksi ekonomi yang dilakukan dan terjadi dalam suatu negara, baik itu oleh warga negaranya atau warga negara asing, termasuk ke dalam perhitungan GDP. Dan sebaliknya, pendapatan atau produksi yang dilakukan oleh warga negara yang berada di luar negeri tidak termasuk ke dalam hitungan GDP. Berikut adalah visualisasi perhitungan pertumbuhan ekonomi berdasarkan GNP atau PDB suatu negara:

R : Persentase pertumbuhan ekonomi suatu negara
GDP : GDP/PDB suatu negara dalam tahun tersebut (yang akan dihitung)
GDPy-1 : GDP/PDB suatu negara pada tahun sebelumnya

Faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan Ekonomi

Berikut ini beberapa faktor yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi:

1. Kemajuan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi

Teknologi menjadi faktor terpenting dalam pertumbuhan ekonomi. Kemajuan teknologi atau IPTEK didorong oleh inovasi yang hadir untuk memperbaiki atau menyempurnakan cara-cara lama sehingga produktivitas meningkat. Sehingga jelas bahwa semakin maju teknologi suatu negara maka pertumbuhan ekonomi akan semakin tinggi.

2. Bertambahnya Investasi (Modal)

Semua investasi baru yang berwujud sumber daya manusia, peralatan fisik, dan lahan untuk melakukan kegiatan ekonomi termasuk dalam akumulasi modal. Pabrik, mesin, peralatan, dan alat-alat baru yang membantu untuk meningkatkan tingkat produktivitas dianggap sebagai peningkatan persediaan modal sehingga seharusnya juga memiliki pengaruh untuk dapat meningkatkan pendapatan. Akumulasi modal akan terjadi jika sebagian dari pendapatan saat ini disimpan dan diinvestasikan untuk memperbesar pendapatan di masa mendatang. Investasi lainnya dalam bidang infrastruktur sosial dan ekonomi seperti air, listrik, jalan raya, komunikasi, dan sanitasi akan mempermudah dan mendorong untuk integrasi kegiatan-kegiatan ekonomi yang sedang berlangsung.

3. Peningkatan Jumlah Ekspor

Hal ini berbanding lurus dengan kemajuan teknologi dalam peningkatan produktivitas, sehingga peningkatan ekspor juga ikut terdongkrak. Kegiatan ekspor perlu ditingkatkan karena peningkatannya mencerminkan peningkatan pendapatan negara yang berfungsi untuk membiayai pembangunan. Berkembangnya pembangunan juga akan mampu menyerap tenaga kerja, dengan begitu ikut mengurangi tingkat pengangguran, meningkatkan pendapatan masyarakat, mengurangi angka kemiskinan, dan pada akhirnya mampu mendongkrak pertumbuhan ekonomi.

4. Meningkatnya Pendapatan dari Pajak

Pajak menjadi sumber pendapatan utama suatu negara. Pendapatan yang kemudian digunakan untuk biaya belanja kegiatan pemerintah, termasuk pembangunan proyek yang juga merupakan bagian dari proses pembangunan. Berjalannya pembangunan dalam sebuah negara akan memacu peningkatan produksi barang dan jasa negara, hasil akhirnya akan mendorong pertumbuhan ekonomi.

5. Tingkat Pertumbuhan Penduduk

Pertumbuhan penduduk kerkaitan erat dengan ketersediaan angkatan kerja. Tenaga kerja yang kompeten menjadi faktor penentu dalam merangsang pertumbuhan ekonomi. Hal ini dikarenakan dengan semakin tingginya jumlah tenaga kerja yang produktif, maka akan berdampak pada semakin besar juga tingkat produktivitas suatu negara, hal ini tentu akan mendorong peningkatan potensi pasar domestik.

6. Tingkat Urbanisasi

Peningkatan jumlah tenaga kerja atau sumber daya manusia semata tidak mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi jika masing-masing daerah di suatu negara masih banyak yang tertinggal dalam hal pembangunan. Bila pembangunan tidak merata disetiap daerah, maka besar kemungkinan tingkat ubanisasi akan semakin tinggi. Inilah pentingnya edukasi dan penyuluhan, agar angkatan kerja lebih siap dalam menghadapi dan melakukan kegiatan produktif.

7. Tingkat Inflasi

Inflasi juga merupakan salah satu gejala yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi. Inflasi merupakan kenaikan harga secara umum, ditandai dengan kejadian lajunya peredaran rupiah tak terkendali.

8. Tingkat Suku Bunga

Perkembangan ekonomi mempengaruhi tingkat suku bunga suatu negara. Pertumbuhan ini cenderung membuat tingkat suku bunga mengalami kenaikan karena adanya peningkatan pendapatan masyarakat. Suku bunga yang tinggi berpengaruh buruk terhadap bisnis atau perusahaan yang umumnya menggunakan modal pinjaman untuk meningkatkan kualitas perusahaan. Adanya suku bunga yang tinggi juga mengakibatkan permintaan investasi yang rendah hal ini berdampak buruk terhadap nilai saham perusahaan.

Demikian artikel mengenai pengertian pertumbuhan ekonomi, teori, pengukuran dan faktor yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi. Semoga bermanfaat.