Pengertian Perdagangan Internasional, Teori, Jenis – Jenis dan Faktor Pendorong Perdagangan Internasional

Perdagangan internasional adalah sebuah kegiatan jual beli yang dilakukan oleh dua pihak berbeda negara. Perdagangan internasional tidak hanya melibatkan negara dengan negara saja namun juga dengan pihak individu maupun perusahaan yang melakukan perdagangan dengan pihak lainnya yang berada di negara berbeda dengan pihak pertama. Perdagangan internasional dilakukan untuk memenuhi kebutuhan disuatu negara yang dimana di negara tersebut tidak tersedia namun ada di negara lainnya. Karena perdagangan internasional terjadi atas dasar kebutuhan maka dari itu perdagangan internasional tidak bisa dilakukan sembarangan.

Teori Perdagangan Internasional

Berikut ini beberapa teori mengenai perdagangan internasional:

1. Teori Merkantilisme

Teori merkantilisme merupakan teori perdagangan yang menyatakan bahwa negara-negara harus mengakumulasi kekayaan uang, biasanya dalam gaya emas, dengan mendorong ekspor dan mengecilkan impor. Teori ini digunakan sepanjang tahun 1500-an sampai akhir 1700-an. Kelemahan terbesar dari teori merkantilisme adalah bahwa setiap negara yang terlibat dalam ekspor dibatasi dari impor.

2. Teori Keunggulan Komparatif

Sekolah ekonomi klasik Inggris dimulai sebagai reaksi terhadap inkonsistensi pemikiran merkantilis. Sekolah ini didirikan pada abad ke-18 oleh Adam Smith. Di dunia yang sumber daya produktifnya langka dan keinginan manusia tidak dapat sepenuhnya dipenuhi, setiap negara harus berspesialisasi dalam produksi barang-barang yang dilengkapi dengan baik untuk diproduksi. Pada akhirnya ide ini dikembangkan oleh David Ricardo menjadi prinsip keunggulan komparatif.

3. Teori Keunggulan Mutlak

Dalam teori ini, dinyatakan bahwa perniagaan internasional akan menghasilkan keuntungan bagi negara yang mampu menyediakan produksi dengan harga yang lebih murah dibandingkan lainnya. Teori ini diciptakan oleh ilmuwan sosial Smith. Smith menyatakan bahwa perdagangan internasional tidak boleh dibatasi, berbeda dengan teori merkantilisme yang mengukur kekayaan dengan emas dan perak, teori ini justru mengukur kekayaan suatu negara berdasarkan standar kehidupan rakyatnya.

4. Teori Heckscher-Olin

Pada awal dekade teori perdagangan dunia disebut sebagai teori proporsi masalah muncul oleh dua ekonom Swedia, Eli Heckscher dan Bertil Ohlin. Teori ini juga disebut sebagai teori Heckscher-Ohlin. Teori Heckscher-Ohlin menekankan bahwa negara-negara harus keluar dan mengekspor barang dagangan yang membutuhkan sumber daya yang baik dan mengimpor barang dagangan yang membutuhkan sumber daya secara singkat.

5. Teori Siklus Hidup Produk

Teori siklus hidup produk internasional dikembangkan oleh Raymond Vernon pada tahun 1960. Teori ini menekankan bahwa suatu perusahaan dapat mulai mengekspor produknya dan kemudian memerangi investasi asing langsung karena produk bergerak melalui siklus hidupnya.

Jenis – Jenis Perdagangan Internasional

Berikut ini merupakan jenis-jenis perdagangan internasional:

1. Perdagangan Bilateral

Perdagangan bilateral dilakukan oleh dua negara. Tidak ada syarat khusus lainnya. Selama ada dua negara yang berpartisipasi dalam perdagangan, maka perdagangan tersebut termasuk ke dalam perdagangan bilateral.

2. Perdagangan Regional

Perdagangan regional adalah jenis perdagangan yang diikuti oleh negara-negara di kawasan geografis tertentu. Dimana negara-negara partisipan berada berdekatan dan umumnya memiliki karakteristik geografis yang serupa.

3. Perdagangan Multilateral

Perdagangan jenis ini dilakukan oleh antarnegara yang tidak dibatasi oleh kawasan tertentu. Partisipannya biasanya lebih dari dua negara dan posisi negara-negara tersebut tidak mesti berdekatan.

Faktor Pendorong Perdagangan Internasional

Berikut ini beberapa faktor yang mendorong adanya perdagangan internasional:

1. Adanya Sumber Daya Alam

Sumber daya alam yang melimpah merupakan bekal produksi dan terjadinya hasil suatu produk. Hal inilah yang kemudian memicu perdagangan antar negara.

2. Perbedaan Faktor Produksi

Perbedaan dari faktor produksi yaitu berhubungan dengan hasil dan efektifitas waktu. Misalnya suatu negara yang bisa menghasilkan sabun akan memesan sabun ke negara lain. Hal ini dikarenakan biaya produksi sabun di negara lain lebih murah dan efisien.

3. Adanya Kebutuhan Dalam Negeri

Kebutuhan akan suatu barang atau jasa yang tidak ada di negaranya atau bisa juga dipengaruhi faktor produksi yang ada. Maka suatu negara memesan ke negara lainnya sehingga terjadi perdagangan antar negara secara lebih luas.

4. Siklus Ekonomi dan Perluasan Jaringan

Adanya perdagangan secara internasional tentu akan menimbulkan siklus ekonomi yaitu ada penjual dan pembeli. Kemudian kedua belah pihak mendapatkan keuntungan dari perdagangan yang dilakukan. Jika perdagangan dilakukan secara internasional maka otomatis akan memperluas jaringan antar negara di seluruh dunia.

5. Keinginan Saling Bekerjasama

Keinginan kerjasama ini dilakukan tentunya guna mensejahterakan masyarakat secara umum dan negara pada khususnya.

Demikian artikel mengenai pengertian perdagangan internasional, teori, jenis – jenis dan faktor pendorong perdagangan internasional. Semoga bermanfaat.