Pengertian Integrasi Sosial, Macam – Macam, Tahapan, Syarat – Syarat, Faktor Penentu dan Contoh Integrasi Sosial

Dalam KBBI, integrasi memiliki arti pembauran hingga menjadi kesatuan yang utuh atau bulat. Adapun pengertian integrasi sosial adalah pembauran di dalam masyarakat dengan segala perbedaannya sehingga menghasilkan kesatuan yang utuh. Adapun disintegrasi, yaitu kegagalan dalam suatu masyarakat untuk bisa beradaptasi dengan masyarakat lainnya.

Pengertian Integrasi Sosial Menurut Para Ahli

Berikut beberapa pengertian integrasi sosial menurut para ahli:

1. Banton (dalam Sunarto, 2000 : 154)

Integrasi didefinisikan sebagai suatu pola hubungan yang mengakui adanya perbedaan ras dalam masyarakat, tetapi tidak memberikan makna penting pada perbedaan ras tersebut.

2. Dr. Nazaruddin Sjamsuddin

Integrasi adalah sebuah proses penyatuan suatu bangsa yang mencakup semua akses kehidupannya, seperti aspek sosial, aspek politik, aspek ekonomi, dan aspek budaya.

3. Gillin

Integrasi Sosial adalah bagian dari proses sosial yang terjadi karena perbedaan fisik, emosional, budaya dan perilaku.

4. Safroedin Bahar

Integrasi diartikan sebagai membuat untuk atau menyempurnakan dengan jalan menyatukan unsur-unsur bangsa yang mulanya terpisah-pisah.

5. Soedjati Djiwadono

Integrasi didefinisikan sebagai cara bagaimana kelestarian nasional dalam arti luas dapat didamaikan dengan hak menentukan nasib sendiri.

6. Soerjono Soekanto

Intergrasi sosial merupakan sebuah proses sosial individu atau kelompok yang berusaha memenuhi gol melawan lawan yang disertai dengan ancaman dan / atau kekerasan.

7. Yron Weiner

Integrasi menurut Weiner yaitu proses penyatuan dari berbagai kelompok budaya dan sosial kedalam satu kesatuan wilayah dalam rangka pembentukan suatu identitas nasional.

Dari pengertian di atas, dapat disimpulkan bahwa Pengertian Integrasi Sosial adalah proses penyesuaian unsur-unsur yang berbeda dalam masyarakat, meliputi kedudukan sosial, ras etnik, agama bahasa, kebiasaan, sistem nilai, dan norma sehingga menjadi satu kesatuan yang bulat atau utuh.

Macam – Macam Integrasi sosial

Berikut merupakan macam-macam integrasi sosial, diantaranya:

1. Integrasi keluarga

Integrasi keluarga akan tercapai jika antar-anggota keluarga satu dan lainya menjalankan kedudukan, peran atau fungsinya sebagaimana mestinya. Apabila antar-anggota keluarga sudah tidak lagi memerankan peranannya sesuai dengan kedudukannya, maka keluarga tersebut sudah dianggap tidak terintegrasi lagi.

2. Integrasi kekerabatan

Kekerabatan adalah hubungan sosial yang diikat oleh pertalian darah dan hubungan perkawinan sehingga menghasilkan nilai-nilai, norma-norma, kedudukan serta peranan sosial yang diakui dan ditaati bersama oleh seluruh anggota kekerabatan yang ada. Integarsi antar-anggota kekerabtan akan terjadi jika masing-masing anggota kerabat yang ada mematuhi norma-norma dan nilai-nilai yang berlaku didalam sistem kekerabatan tersebut.

3. Integrasi asosiasi (perkumpulan)

Asosiasi atau perkumpulan adalah satuan sosial yang ditandai oleh adanya kesamaan kepentingan, atau dengan lain perkata dapat dikatakan bahwa asosiasi merupakan perkumpulan yang didirikan oleh orang-orang yang memiliki kesamaan minat, tujuan, kepentingan dan kegemaran.

4. Integrasi masyarakat

Menurut J.P gillin dan J.L gillin dalam bukunya Cultural Sosiology, mendefinisikan masyarakat sebagai “the largest grouping in which common customs, traditions, attitudes, dan felling of unity are operative”. Berangkat dari definisi tersebut dapat disimpulkan bahwa masyarakat adalah:

  • Sekelompok manusia yang menempati wilayah tertentu
  • Bertempat tinggal dalam waktu yang relatif lama
  • Terdapat tata aturan hidup seperti adat, kebiasaan, sikap dan perasaan kesatuan
  • Rasa identitas di antara para warganya. integrasi masyarakat akan tercapai jika kehidupan masyarakat tersebut telah terpenuhi semua unsur-unsur yang tadi begitupun sebaliknya jika salah satu unsur tidak terpenuhi maka keadaan masyarakat tersebut tidak terintegrasi lagi.

5. Integrasi suku bangsa

Suku bangsa adalah golongan sosial yang dibedakan dari golongan sosial lainya karena memiliki ciri-ciri yang mendasar dan umum berkaitan dengan asl-usul dan tempat asal kebudayaan. Dalam beberapa kepustakaan sosiologi ditekankan bahwa suku bangsa merupakan kesatuan penduduk yang memiliki ciri-ciri berikut:

  • Secara tertutup berkembang biak dalam kelompoknya
  • Memiliki nila-nilai dasar yang termanifestasikan dalam kebudayaan
  • Mewujudkan arena komunikasi dan interaksi,
  • Setiap anggota mengenali dirinya serta dikenal oleh lainya sebagai satu bagian dari kategori yang dapat dibedakan dengan kategori lainnya.

6. Integrasi bangsa

Bangs adalah kelompok manusia yang heterogen sifatnya tetapi memiliki kehendak yang sama dengan menempati daerah tertentu dan bersifat permanen. Ernest renan lebih menekankan bahwa bangsa terbentuk dari orang orang yang mempunyai latar belakang sejarah, pengalaman sejarah, dan perjuangan serta hasrat untuk bersatu.

Tahapan Integrasi Sosial

Tahapan-tahapan yang ada dalam integrasi sosial adalah tahap akomodasi, kerja sama, koordinasi dan asimilasi. Berikut penjelasannya:

1. Tahap Akomodasi

Akomodasi adalah suatu bentuk proses sosial yang di dalamnya terdapat dua atau lebih individu atau kelompok yang berusaha untuk saling menyesuaikan diri, tidak saling mengganggu dengan cara mencegah, mengurangi, atau menghentikan ketegangan yang akan timbul atau yang sudah ada, sehingga tercapai kestabilan (keseimbangan). Dengan akomodasi, kelompok-kelompok sosial yang ada dalam masyarakat multikultural seperti masyarakat kita ini, dapat hidup berdampingan secara damai tanpa menimbulkan perpecahan.

2. Tahap Kerja Sama

Kerja sama merupakan bentuk interaksi sosial yang pokok. Kerja sama dapat menggambarkan sebagian besar bentuk interaksi sosial. Kerja sama dimaksudkan sebagai suatu usaha bersama antarpribadi atau antarkelompok manusia untuk mencapai satu atau beberapa tujuan bersama. Dengan kerja sama berarti kelompok kelompok sosial yang berbeda akan saling menyesuaikan diri, melengkapi, membutuhkan, serta tidak memaksakan kehendak masing-masing yang dapat menimbulkan prasangka-prasangka yang memicu lahirnya konflik dalam masyarakat.

3. Tahap Koordinasi

Koordinasi adalah pengaturan secara sentral untuk mencapai integrasi dengan mempersatukan individu maupun kelompok agar tercapai keseimbangan dan keselarasan dalam hubungan di masyarakat. Dalam organisasi kemasyarakatan, koordinasi merupakan factor yang paling dominan. Tanpa koordinasi, suatu organisasi tidak dapat berjalan dengan baik, mengingat organisasi merupakan suatu kelompok yang terdiri dari orangorang dengan sifat dan kepribadian yang berbeda-beda.

4. Tahap Asimilasi

Asimilasi adalah sebuah proses yang ditandai oleh adanya usaha-usaha untuk mengurangi perbedaanperbedaan yang terdapat di antara orang perorangan atau kelompok-kelompok manusia guna mencapai satu kesepakatan berdasarkan kepentingan dan tujuan-tujuan bersama.

Syarat – Syarat Integrasi Sosial

Integrasi sosial akan terbentuk apabila sebagian besar anggota masyarakat sepakat mengenai struktur kemasyarakatan yang dibangun termasuk nilai-nilai, norma-norma, dan pranata-pranata sosial. Menurut William F. Ogburn dan Mayer Nimkoff, syarat terwujudnya integrasi sosial adalah sebagai berikut:

  1. Anggota-anggota masyarakat merasa berhasil saling mengisi kebutuhankebutuhan di antara mereka. Hal itu berarti kebutuhan fisik dan sosial mereka dapat terpenuhi oleh sistem sosial. Terpenuhinya kebutuhan-kebutuhan tersebut menyebabkan setiap anggota masyarakat saling menjaga keterikatan antara satu dengan yang lainnya.
  2. Masyarakat berhasil menciptakan kesepakatan (konsensus) bersama mengenai norma dan nilai-nilai sosial yang dilestarikan dan dijadikan pedoman dalam hal-hal yang dilarang menurut kebudayaan.
  3. Norma-norma dan nilai sosial itü berlaku cukup lama, tidak mudah berubah, dan dijalankan secara konsisten deh seluruh anggota masyarakat.

Faktor Penentu Integrasi Sosial

Dengan menyadari keadaan bangsa Indonesia yang majemuk itu, setiap warga negara harus waspada agar jangan sampai melakukan hal-hal negatif yang dapat memperlemah persatuan dan kesatuan bangsa. Bhineka Tunggal Ika menjadi salah satu faktor integrasi bangsa, dimana kita mempunyai ideologi yang sama yaitu pancasila. Dengan kata lain yang dapat menjadi faktor integrasi bangsa Indonesia adalah sebagai berikut:

  1. Pancasila
  2. Bhineka Tunggal Ika
  3. Rasa cinta tanah air
  4. Perasaan senasib sepenanggungan.

Adapun faktor- faktor internal dan eksternal yang dapat mempengaruhi integrasi sosial dalam masyarakat, antara lain sebagai berikut:

1. Faktor Internal:

  • Kesadaran diri sebagai makhluk sosial
  • Tuntutan kebutuhan
  • Jiwa dan semangat gotong royong

2. Faktor External:

  • Tuntutan perkembangan zaman
  • Persamaan kebudayaan
  • Terbukanya kesempatan berpartisipasi dalam kehidupan bersama
  • Persaman visi, misi, dan tujuan
  • Sikap toleransi
  • Adanya konsensus nilai
  • Adanya tantangan dari luar

Contoh Integrasi Sosial

Berikut merupakan beberapa contoh dari integrasi sosial, diantaranya:

  1. Saling tolong-menolong
  2. Mengikuti upacara bendera dengan hikmat
  3. Melestarikan kebudayaan bangsa
  4. Ikut berperan aktif melaksanakan kegiatan siskamling
  5. Mengembangkan akhlak dan kepribadian masing masing
  6. Mengisi kemerdekaan dengan kegiatan positif
  7. Memberi salam pada orang yang dikenal
  8. Akulturasi antara budaya Jawa, Islam dan Hindu
  9. Bergotong royong
  10. Berdiskusi atau kerja kelompok
  11. Tidak memaksakan kehendak kepada orang lain
  12. Bersosialisasi
  13. Tidak mengikuti pergaulan yang buruk,seperti narkoba dan diskotek
  14. Menjaga dan memelihara lingkungan sekitar
  15. Tidak KKN (Korupsi,Kolusi,dan Nepotisme)

Demikian pembahasan mengenai pengertian integrasi sosial, macam – macam, tahapan, syarat – syarat, faktor penentu dan contoh integrasi sosial. Semoga informasi yang dimuat dalam artikel ini dapat bermanfaat. Terima kasih.