Cara Mencairkan Bantuan Dana KIP dan PKH Serta Jumlahnya

Kartu Indonesia Pintar (KIP) adalah pemberian bantuan tunai pendidikan kepada anak usia sekolah (usia 6 – 21 tahun) yang berasal dari keluarga miskin, rentan miskin: pemilik Kartu Keluarga Sejahtera (KKS), peserta Program Keluarga Harapan (PKH), yatim piatu, penyandang disabilitas, korban bencana alam/musibah. Kartu Indonesia Pintar (KIP) ini juga merupakan program pemerintah yang disebut Program Indonesia Pintar (PIP), PIP sendiri merupakan bagian dari penyempurnaan program Bantuan Siswa Miskin (BSM).

PIP dirancang untuk membantu anak-anak usia sekolah dari keluarga miskin/rentan miskin/prioritas tetap mendapatkan layanan pendidikan sampai tamat pendidikan menengah, baik melalui jalur pendidikan formal (mulai SD/MI hingga anak Lulus SMA/SMK/MA) maupun pendidikan non formal (Paket A hingga Paket C serta kursus terstandar). Melalui program ini pemerintah berupaya mencegah peserta didik dari kemungkinan putus sekolah, dan diharapkan dapat menarik siswa putus sekolah agar kembali melanjutkan pendidikannya. PIP juga diharapkan dapat meringankan biaya personal pendidikan peserta didik, baik biaya langsung maupun tidak langsung.

Dengan adanya program ini menjadi sebuah bukti kepedulian pemerintah terhadap anak -anak yang putus sekolah dan kuliah karena terhalang biaya. Kini dalam penanganan pandemi Covid-19 ini pemerintah melakukan percepatan pencairan dana KIP, sehingga dana KIP untuk tahun ini telah dicairkan pada 8 April 2020 lalu.

Cara Mencairkan Dana KIP

  1. Orang tua atau anak harus melaporkan nomor KIP ke sekolah/SKB/PKBM/LKP terlebih dahulu.
  2. Kemudian sekolah memasukkan nomor KIP peserta didik ke DAPODIK (Data Pokok Pendidikan), sementara untuk lembaga lain diharuskan untuk mengusulkan dan pengesahan ke dinas pendidikan setempat.
  3. Setelah itu, dinas pendidikan setempat menerima data usulan dari lembaga terkait untuk kembali diproses agar bisa disetujui dan diverifikasi oleh Direktorat Teknis Kemendikbud.
  4. Lembaga Penyalur akan menerima instruksi untuk membuat rekening PIP dan menyalurkan dana setelah daftar para penerima PIP sudah disetujui.
  5. Lembaga Penyalur bersama dinas pendidikan setempat berkoordinasi untuk mengeluarkan SK penerima PIP yang ditujukan kepada sekolah/SKB/PKBM/LKP dan juga jadwal pelaksanaan pengambilan dana.
  6. Lembaga sekolah/SKB/PKBM/KLP akan menginformasikan peserta didik atau keluargnya jika dana sudah siap untuk dicairkan.
  7. Lembaga sekolah/SKB/PKBM/KLP membuat surat keterangan pencairan dana PIP sebagai pelengkap persyaratan peserta.
  8. Peserta didik atau keluarga membawa surat keterangan dan persyaratan lain untuk pengambilan dana PIP di lembaga penyalur.
  9. Syarat berkas yang harus dibawa antara lain Surat Keterangan Kepala Sekolah/Ketua Lembaga, fotocopy halaman biodata rapor, fotocopy KTP orang tua/wali/guru pendamping, dan fotocopy Kartu Keluarga (KK).

Jumlah Dana KIP yang Diterima

Bantuan yang akan diterima yakni berupa dana dengan besaran yang telah ditentukan sesuai tingkatan pendidikan sebagai berikut:

  • Peserta didik SD/MI/Paket A mendapatkan Rp450.000,-/tahun;
  • Peserta didik SMP/MTs/Paket B mendapatkan Rp750.000,-/tahun;
  • Peserta didik SMA/SMK/MA/Paket C mendapatkan Rp1.000.000,-/tahun.
Dana ini dapat digunakan untuk membantu biaya pribadi peserta didik, seperti membeli perlengkapan sekolah/kursus, uang saku dan biaya transportasi, biaya praktik tambahan serta biaya uji kompetensi.

Program Keluarga Harapan (PKH)

Program Keluarga Harapan (PKH)
Program Keluarga Harapan (PKH) diberikan kepada Keluarga Sangat Miskin (KSM) yang memenuhi kriteria yang didapatkan dari Basis Data Terpadu, para peserta PKH memiliki hak untuk mendapatkan bantuan uang tunai, pelayanan kesehatan (bagi ibu dan anak), pelayanan pendidikan dasar, dan pelayanan kesejahteraan sosial. Berikut ini kriteria yang berhak mendapat PKH:

  • Ibu hamil/nifas/anak balita
  • Anak usia 5-7 tahun yang pra-sekolah
  • Anak usia SD/MI/Paket A/SDLB (Usia 7-12 tahun)
  • Anak usia SMP/MTs/Paket B/SMLB (Usia 12-15 tahun)
  • Anak usia 15-18 tahun yang belum menyelesaikan pendidikan dasar termasuk anak dengan disabilitas

Jumlah Dana PKH

PKH dialokasikan untuk maksimal 4 orang dalam satu keluarga dengan rincian sebagai berikut:

  • Ibu hamil adalah Rp3.750.000 per tahun (Rp250 ribu per bulan)
  • Anak usia 0-6 tahun Rp3.750.000 per tahun, (Rp250 ribu per bulan)
  • Anak SD/sederajat Rp1.125.000 per tahun (Rp75 ribu per bulan)
  • Anak SMP/sederajat Rp1.875.000/tahun (Rp125 ribu per bulan)
  • SMA/sederajat Rp2.500.000 per tahun (Rp166 ribu per bulan)
  • Disabilitas berat Rp3.000.000 per tahun (Rp200 ribu per bulan)
  • Lansia usia 70 tahun ke atas Rp3.000.000 (Rp200 ribu per bulan)

Pencairan Dana PKH

Dana PKH langsung ditransfer kepada KPM PKH melalui rekening mereka kepada Kabupaten. Kemudian Korwil dan Korkab akan melakukan crosscheck di bank. Dan dana itu

setiap bulannya akan ditransfer ke rekening masyarakat anggota PKH.

Demikian artikel mengenai cara pencairan dana KIP dan PKH serta jumlahnya, semoga artikel ini dapat bermanfaat. Terima kasih.